Kebanyakan orang mengetahui bahwa ia harus mengasihi Tuhan-nya seperti yang tertulis dalam Alkitab. Tetapi sebagian besar dari mereka tidak tahu bagaimana cara mengasihi Tuhan. Pada suatu kesempatan berkotbah, saya melontarkan pertanyaan demikian, ”bagaimana anda mengetahui bahwa istri atau suami anda mengasihi anda?” ketika mendengar pertanyaan tersebut, terlihat beberapa orang tercengang dan bingung. Saya sedikit curiga bahwa mereka tidak mengetahui bukti kasih itu sendiri. Setelah beberapa saat dalam kebingungan tersebut, salah satu orang menjawab dengan yakin, “karena ia mengatakan bahwa ia mengasihiku.” Jawaban tersebut benar adanya. Kita mengetahui suami atau istri kita mengasihi kita, melalui ungkapan secara verbal.
Seandainya demikian, lalu bagaimanakah dengan kasus yang saya akan ungkapkan ini. Semisal istri saya mengatakan bahwa ia mengasihi saya, tetapi setiap hari ia tidak peduli akan keadaan saya. Ketika saya menyuruhnya untuk menjenguk orang tua saya yang sedang sakit. Ia malah pergi ke mall dan tidak menanggapi apa yang saya katakan. Apakah istri saya mengasihi saya? Tentunya anda akan menjawab bahwa Ia tidak mengasihi saya. Saya sepaham dengan jawaban anda.
Lalu jawaban apakah yang tepat untuk menjawab, “bagaimana anda mengetahui bahwa istri atau suami anda mengasihi anda?” saya rasa sederhana, yaitu melalui perkataan dan tindakannya. Jika saja saya lapar, lalu istri saya memasak-kan nasi goreng tanpa saya memintanya, maka saya mengetahui bahwa ia mengasihi saya. Atau jika saya tidak suka saat istri saya belanja yang tidak berguna dan setelah saya menegurnya kemudian ia tidak melakukan kebiasaan itu lagi. Maka saya mengetahui bahwa ia mengasihi saya. Demikian jugalah cara bagaimana kita mengasihi Allah yaitu dengan melakukan apa yang Ia kehendaki, Yohanes 14:21a, “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Pada intinya, jika kita mengasihi Tuhan maka kita akan melakukan Firman Tuhan. Tapi jangan salah sangka, karena tidak semua tindakan melakukan perintah TUHAN merupakan tindakan kasih kepada Tuhan. Jika saja yang kita lakukan itu adalah sifat munafik, setengah-setengah ataupun terpaksa seperti yang dilakukan oleh ahli taurat dan orang farisi. Hal demikian pun seringkali kita lakukan, mungkin saja kita telah menyanyikan lagu bertemakan kasih kepada TUHAN digereja maupun dirumah, seperti halnya lagu “aku mengasihi, engkau Yesus, dengan segenap hatiku…” tetapi acapkali, kita kegereja hanya karena rutinitas saja tanpa ada kerinduan.
Jika Kita benar-benar mengasihi Tuhan Allah maka kita kita akan melakukan perintahnya dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan kita. enjoy your day with God.

No comments:
Post a Comment