Tuesday, 12 January 2016

Berjuang Mempertahankan Iman (Yudas 1:3)



 


       Yudas dalam bagian ini mendapatkan dorongan yang kuat untuk menasihati supaya orang percaya tetap menjaga iman yang telah mereka terima seperti yang telah diterima oleh para orang kudus. Adapun iman tersebut adalah kepercayaan akan Yesus sebagai juruselamat manusia. Yudas menyampaikan nasihat tersebut sebab saat itu banyak sekali tantangan yang berat seperti halnya penganiayaan, ajaran sesat, dan godaan yang lainya. Sehingga, jika seseorang tidak teguh berpegang pada imannya maka akan dengan mudah diombang-ambingkan, menyerah dan meninggalkan iman yang menyelamatkan tersebut.

          Abraham merupakan pribadi yang berpegang teguh dalam iman. Kala itu, Tuhan memberikan janji kepada Abraham, bahwa keturunannya akan banyak seperti bintang di langit dan pasir di laut (Kej 22:17). Tetapi dalam masa menuju penggenapan janji tersebut tidak serta merta Tuhan memberikan janji tersebut. Banyak tantangan yang berat yang diizinkan Tuhan terjadi dalam kehidupannya. Salah satunya adalah kemandulan Sara yang mengisyaratkan sebuah kemustahilan untuk memiliki keturunan. Sekalipun demikian, Abraham tetap memegang teguh imannya kepada janji Allah tersebut hingga tergenapi.

       Saudaraku, Iman kita akan senantiasa mendapatkan tantangan dari sekitar bahkan dari dalam diri sendiri. Saat ini banyak penyesat yang berusaha membuat kita ragu kepada Yesus sebagai juru selamat. Banyak situasi dimana membuat kita kecewa kepada Tuhan dan ingin rasanya meninggalkan Tuhan, dll. Ingatlah bahwa tantangan ada untuk menguji iman kita supaya semakin murni dan semakin murni. Jadi, peganglah teguh iman kita, jangan goyah dan gentar. Sebab iman kita adalah benar yaitu percaya bahwa Yesus akan menyelamatkan kita dari hukuman maut. Fight!

No comments:

Post a Comment