
Yudas dalam bagian ini mendapatkan
dorongan yang kuat untuk menasihati supaya orang percaya tetap menjaga iman
yang telah mereka terima seperti yang telah diterima oleh para orang kudus. Adapun
iman tersebut adalah kepercayaan akan Yesus sebagai juruselamat manusia. Yudas
menyampaikan nasihat tersebut sebab saat itu banyak sekali tantangan yang berat
seperti halnya penganiayaan, ajaran sesat, dan godaan yang lainya. Sehingga,
jika seseorang tidak teguh berpegang pada imannya maka akan dengan mudah diombang-ambingkan,
menyerah dan meninggalkan iman yang menyelamatkan tersebut.
Abraham merupakan pribadi yang
berpegang teguh dalam iman. Kala itu, Tuhan memberikan janji kepada Abraham,
bahwa keturunannya akan banyak seperti bintang di langit dan pasir di laut (Kej
22:17). Tetapi dalam masa menuju penggenapan janji tersebut tidak serta merta
Tuhan memberikan janji tersebut. Banyak tantangan yang berat yang diizinkan
Tuhan terjadi dalam kehidupannya. Salah satunya adalah kemandulan Sara yang
mengisyaratkan sebuah kemustahilan untuk memiliki keturunan. Sekalipun demikian,
Abraham tetap memegang teguh imannya kepada janji Allah tersebut hingga tergenapi.
Saudaraku, Iman kita akan senantiasa
mendapatkan tantangan dari sekitar bahkan dari dalam diri sendiri. Saat ini
banyak penyesat yang berusaha membuat kita ragu kepada Yesus sebagai juru
selamat. Banyak situasi dimana membuat kita kecewa kepada Tuhan dan ingin
rasanya meninggalkan Tuhan, dll. Ingatlah bahwa tantangan ada untuk menguji
iman kita supaya semakin murni dan semakin murni. Jadi, peganglah teguh iman
kita, jangan goyah dan gentar. Sebab iman kita adalah benar yaitu percaya bahwa
Yesus akan menyelamatkan kita dari hukuman maut. Fight!
No comments:
Post a Comment