Yudas
memperingatkan orang percaya supaya waspada terhadap penyesat. Sebab ada
penyesat yang sudah masuk dan hidup bersama dalam persekutuan orang percaya. Ada
pun ciri-ciri penyesat tersebut adalah sebagai berikut:
1. Orang-orang yang fasik
Kefasikan adalah lawan kata dari kebenaran. Jadi seorang yang fasik
adalah mereka yang tidak hidup benar dengan menjalankan hidup sesuai dengan
kehendaknya sendiri. Tidak mau taat kepada hukum Tuhan yang mereka ketahui.
2. Orang yang memanfaatkan kasih karunia untuk melampiaskan hawa nafsunya
Kasih karunia Allah memungkinkan manusia selamat dan memperoleh
pengampunan akan dosa. Seorang penyesat akan memanfaatkan kasih karunia dan
pengampunan ini sebagai surat izin untuk dia melampiaskan hawa nafsu
keserakahan, kerakusan, dan bahkan ambisiusnya terhadap sesuatu.
3. Orang yang menyangkal satu satunya penguasa dan Tuhan kita Yesus Kristus
Ciri penyesat yang
ketiga adalah mereka yang menyangkal Yesus Kristus adalah Tuhan dan juru
selamat. Mereka berusaha menentangNya. Mereka
menganggap Yesus hanyalah manusia biasa yang merupakan ciptaan Allah yang
tunggal. Mereka tidak mengakui otoritas Yesus atas segala ciptaan. Inilah yang
dimaksud dengan antikrist.
Sebagai umat Tuhan yang
sungguh-sungguh hidup didalamNya. Sudah sepatutnya untuk waspada terhadap
penyesat yang demikian supaya iman kita terjaga. Selain itu, kita juga harus
mengawasi hidup supaya tidak memiliki sifat-sifat yang demikian ini, supaya
kita tidak tergolong sebagai penyesat itu. Yesus sangat tidak menyukai seorang
penyesat. Terbukti ketika dia berkata, “Tetapi
barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya
kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya
lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.” Artinya
seorang penysat lebih baik mati ketimbang hidup untuk menuntun orang masuk
kedalam maut. Kiranya satu hari ini, hidup kita dipenuhi kewaspadaan.
God Be with You.

No comments:
Post a Comment